Jumat, 02 Januari 2015

Panel AMF-ATS

AMF - ATS

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.

AMF Module DSE 4420
Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ;
Start / stop genset
Digital input untuk deteksi switch oli, temperature, fuel dsb
Analog input untuk pembacaan sensor tekanan oli, temperature, fuel dsb
pengukuran tegangan, dan frekwensi pada sisi main dan genset
Timer internal
dapat dikonfigurasi dengan PC
dapat dioperasikan dengan mode manual, remote start, dan auto
pengukuran tegangan battrey
Automatic transfer switch
dipasang pada front panel

AMF Module DSE 7120

Back-lit icon LCD display
Five key menu navigation
Front panel editing
LED and LCD alarm indication
Power Save mode
4 Digital inputs
3 Analogue inputs (2 fixed, 1 flexible)
6 configurable outputs
Configurable timers and alarms
Alternative configuration
Event Log (5)
CAN and Magnetic Pick up / Alt. sensing
3 Phase generator monitoring
Current monitoring and protection
3 Phase Mains (Utility) monitoring
Test button
Automatic load transfer
Battery voltage monitoring
Engine pre-heat
Hours counter
Comprehensive shutdown or warning on fault condition
Backed-up real-time clock
Fully configurable via DSE Configuration Suite PC software
USB connectivity
Remote SCADA monitoring via DSE Configuration Suite PC software

Timer (Time delay)
secara umum timer banyak digunakan sebagai perangkat AMF - ATS konvensional, karena perangkatnya yang sederhana, yang biasanya terdiri atas 5 buah time delay. yang dikomposisikan sebagai
Main failure time delay yang digunakan untuk penundaan ketika terjadi pemadaman yang mungkin saja terjadi karena drop tegangan sesaat yang tidak memerlukan panel AMF - ATS untuk bekerja
Cranking time delay, yang digunakan untuk pengaturan starting genset
Main transfer time delay, yang digunakan untuk penundaan pemindahan transfer switch/contactor ke posisi main/PLN
Genset transfer time delay, yang digunakan untuk penundaan pemindahan transfer switch/contactor ke posisi genset, biasanya digunakan untuk memberikan kesempatan melakukan pemanasan sesaat sebelum menerima beban
Recooling time delay, biasanya setelah tegangan Main/PLN pulih dan transfer switch pindah ke posisi Main lagi maka genset akan mati setelah proses recooling
dengan penggunaan timer semacam ini, untuk perbaikanya jauh lebih mudah. panel AMF - ATS semacam  ini tidak berinteraksi langsung dengan genset.

Smart Relay
cara kerjanya hampir sama dengan penggunaan timer, hanya saja perangkat ini lebih kepada softwire. dimana tidak memerlukan ke lima buah timer seperti diatas atau pun relay. karena perangkat ini dapat diprogram dan bekerja menyerupai penggunaan timer diatas. sama halnya dengan penggunaan timer, dengan smart relay ini tidak dapat berinteraksi langsung dengan genset, perangkat ini hanya memberikan sinyal start/stop

Modul AMF C20

 Perangkat ini merupakan interface dari motorized COS Atys dari socomec. di dalamnya juga dilengkapi fitur AMF. dimana deteksi tegangan Main/PLN yang dilakukan oleh modul C20 akan mentriger genset untuk melakukan start. perangkat ini tidak dapat berinteraksi dengan genset langsung. tapi hanya dapat melakukan start/stop command. modul ini juga di kombinasikan dengan D10 yang dipasang pada front panel sehingga sangat memudahkan pengoperasianya. karena C20 hanya bisa terpasang pada DIN rail sehingga tidak dapat dipasang pada front panel.

Transfer Switch
Motorized COS
kunci dari panel AMF - ATS adalah transfer switch. dimana peralatan ini yang memindahkan beban dari supply PLN atau genset. perangkat ini harus bisa dioperasikan secara elektrik, karena kaitanya dengan otomatisasi peralatan. transfer switch dapat berupa contactor, motorized MCCB, atau motorized COS. dalam pemilihan transfer switch ada banyak pertimbangan. salah satunya adalah harga. untuk jenis contactor lebih murah dari jenis transfer switch diatas, karena susunanya yang compact. penggunaan contactor lebih efisien jika kapasitas daya kurang dari 100kVA. salah satu kekurangan dari penggunaan contactor adalah terjadinya gangguan coil pada contactor. yang apabila terjadi kerusakan sangat sulit dilakukan transfer switch secara manual. alternatif lain adalah penggunaan motorized COS, salah satunya adalah produk hager atau socomec.

Spesifikasi Teknis  
Untuk wall mount menggunakan plat 1,5m
Untuk free standing panel menggunakan plat 2mm
Cat powder coating RAL 7032
Menggunakan modul AMF Deepsea 4420
Transfer switch menggunakan Motorized COS 4 pole
Battrey charge 10A 12/24VDC
Instument, (Amperemeter,voltmeter,frekwensi meter, indating lamp)
Sudah termasuk commisioning untuk area jawa tengah
Harga loco jawa tengah
Support, (cable data, wiring diagram, dokumentasi, CD software)
Silahkan menghubungi kami untuk kebutuhan desain ataupun spesifikasi yang lain. dan dapatkan harga yang terbaik dari kami
Di
(0281)7617835

081804800159
Pin BB 30DB3DEA

Anda sedang membutuhkan panel ATS / AMF untuk

rumah atau tempat kerja/usaha anda...

Spesifikasi AMF ATS Satu/Tiga Phase sampai

dengan 10kVA

1. Box Panel 600 x 400 x 200 plat 1,5mm wall

mounting powder coating 2. Magnetic contactor

LC1D25M7

3. MCB 1P 32A Schneider Electric

4. MCB 1P 6A Schneider Electric

5. Battrey Charger 12V/6A Smartgen

6. Auto start Module SDA-Tronic

7. Rele MY2 Omron

8. Metering (CT, Amperemeter,Voltmeter) CIC

9. Pilot Lamp, Push Botton

10.Wiring Diagram

Harga Per unit AMF - ATS Satu Phase 10kVA

Rp.8.700.000

Spesifikasi Panel AMF - ATS 30kVA dengan

Motorized COS

1. Box Panel 500 X 700 X 200 Plat 1,5mm wall

mounting powder coating 2. Motorized COS 4P 63A

ATYS S 4P 63A Socomec

3. Battrey Charger 12V/6A Smartgen

4. AMF Module DSE3110 Deepsea

5. Rele Omron MY2

6. MCB 1P 6A Schneider Electric

78. Terminal Block 4P 60A

8. Pilot Lamp, Push Botton

9.Wiring diagram dan manual

Harga Per unit Panel AMF - ATS 30kVA

Rp.15.500.000

Spesifikasi Panel AMF - ATS 60kVA dengan

Motorized COS

1. Box Panel 800 X 600 X 200 Plat 1,5mm wall

mounting powder coating 2. Motroized COS 4P

100A ATYS S 4P 100A Socomec

3. MCCB 3P 100A Schneider Electric

4. Battrey Charger 12V/6A Smartgen

5. AMF Module DSE4420 Deepsea

6. Rele Omron MY2

7. MCB 1P 6A Schneider Electric

8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC

9. Terminal Block 4P 100A

10. Pilot Lamp, Push Botton

11.Wiring diagram dan manual

Harga Per unit Panel AMF - ATS 60kVA

Rp.20.500.000

Spesifikasi Panel AMF - ATS 100kVA dengan

Motorized COS

1. Box Panel 1600 x 600 x 500 Plat 1,5mm free

standing powder coating 2. Motorized COS 4P

160A ATYS 3S 4P 160A Socomec

3. MCCB 3P 160A Schneider Electric

4. Battrey Charger 24V/7.5A Monicon

5. AMF Module DSE4420 Deepsea

6. Rele Omron MY2

7. MCB 1P 6A Schneider Electric

8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC

9. Terminal Block 4P 200A

10. Pilot Lamp, Push Botton

11.Wiring diagram dan manual

Harga Per unit Panel AMF - ATS 100kVA

Rp.26.500.000

Spesifikasi Panel AMF - ATS 145kVA dengan

Motorized COS

1. Box Panel 1600 x 600 x 500 Plat 1,5mm free

standing powder coating 2. Motorized COS 4P

250A ATYS 3S 4P 250A Socomec

3. MCCB 3P 160A Schneider Electric

4. Battrey Charger 24V/7.5A Monicon

5. AMF Module DSE4420 Deepsea

6. Rele Omron MY2

7. MCB 1P 6A Schneider Electric

8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC

9. Terminal Block 4P 200A

10. Pilot Lamp, Push Botton

11.Wiring diagram dan manual

Harga Per unit Panel AMF - ATS 100kVA

Rp.27.000.000

Spesifikasi Panel AMF - ATS 200kVA dengan

Motorized COS

1. Box Panel 1800 X 800 X 600 Plat 2mm free

standing powder coating

2. Motorized COS 4P 400A ATYS 3S 400A Socomec

3. MCCB 3P 400A Schneider Electric

4. Battrey Charger 24V/7.5A Monicon

5. AMF Module DSE4420 Deepsea

6. Rele Omron MY2

7. MCB 1P 6A Schneider Electric

8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC

9. Pilot Lamp, Push Botton

10.Wiring diagram dan manual

Harga Per unit Panel AMF - ATS 200kVA

Rp.54.000.000

Spesifikasi Panel AMF - ATS 400kVA dengan

Motorized MCCB

1. Box Panel 2000 X 800 X 800 Plat 2mm free

standing powder coating

2. Motorized MCCB 4P 630A NSX630N Schneider

3. Battrey Charger 24V/7.5A Deepsea

4. AMF Module HGM7220 Smartgen

5. Rele Omron MY2

6. MCB 1P 6A Schneider Electric

7. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC

8. Pilot Lamp, Push Botton

9. Busbar 30 x 10 Ex import

10.Wiring diagram dan manual

Harga Per unit Panel AMF - ATS 400kVA

Rp.70.000.000

* Harga per November 2014

* belum termasuk ongkir+pemasangan

Hotline : (0281)7617835

Fast respon : 081804800159

pin BB 30DB3DEA


Rabu, 31 Desember 2014

Skema pengusir tikus

Rangkaian Pengusir Tikus adalah rangkaian oscilator yang dapat mengeluarkan gelombang ultrasonik berkekuatan frekuensi 20 – 40 KHz. Gelombang yang di hasilkan dari rangkaian pengusir tikus tidak akan terdengar oleh telinga kita, tetapi suara dari rangkaian tersebut akan mengganggu sekali bagi telinga tikus.

Tikus adalah salah satu binatang peretas yang sangat mengganggu dan juga menjengkelkan, sebab tikus kadangkala sering merusak barang-barang yang kita simpan, seperti arsip yang masih berharga, termasuk buku atau majalah elektronika dan juga biasanya terdapat skema koleksi yang bagus dan itu semua di rusak oleh tikus.

Tikus memang sering mengganggu, mulai dari bunyi yang dihasilkan membuat berisik di atas rumah, bau yang tidak sedap, sampai sisa makanan yang di buangnya. Yang paling berbahaya lagi adalah kotoran dan penyakit yang di sebarkan oleh hewan yang aktif di malam hari ini. Itu sebabnya kami menciptakan rangkaian yang dapat mengusir tikus yang sangat ampuh dan handal untuk membasmi tikus di rumah anda masing-masing.

Gambar Skema Rangkaian Pengusir Tikus terlampir

Di bawah ini daftar komponen yang diperlukan :

R1 : 1K8
R2 : 1K
R3 : 5K6
R4 : 480R
C1 : 2,2nF
C2 : 0,022uF/6V
IC : 555
Q : SC1162
Speaker : 4 ohm

Untuk dapat menghindari tikus memakan kabel dari rangkaian pengusir tikus elektronika yang kita buat tadi, maka Base Frekuensi di modulir dengan sinya cukup besar yang di dapat dari frekuensi tegangan jala jala PLN melalui kapasitor sehingga akan menghasilkan ayunan frekuensi antara 20 – 40 KHz secara sistem priodik.

Efek yang di hasilkan dari rangkaian ini terhadap seekor tikus terasa sangat dahsyat, getaran bunyinya seperti kita yang berada pada sebuah konser musik yang sangat amburadul dengan irama yang acak acakan dan sangat tidak bisa di nikmati sama sekali. Membasmi seekor tikus memang agak sulit, pasalnya hewan ini cukup cerdik dan bisa membedakan antara racun dan jebakan yang kita buat. Di tambah lagi dengan reproduksinya yang bisa membuat jumlahnya berlipas ganda dengan cepat.

Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian pengusir tikus, semoga rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi anda yang membacanya.

Butuh info dapat hubungi:
08112522225
Pin BB 30DB3DEA

Senin, 29 Desember 2014

Mengenali alat penangkal petir dan system kerjanya.


Sebelum kita bersama-sama mengenal alat penangkal petir dan metode kerjanya, pastikan Anda mengerti bagaimana petir bisa ada dan mengapa bisa ditangkal dengan alat yang sederhana. Petir adalah sebuah gejala alam yang sering muncul pada saat musim penghujan. Langit memunculkan sebuah kilatan cayaha yang sangat terang kemudian disusul dengan suara gemurung keras. Sering kali para ilmuwan menganalogikan petir sebagai kapasitor besar dimana lempeng pertama adalah awan yang dianggap lempeng negatif maupun lempeng positif serta lempeng kedua adalah bumi yang dianggap netral.

Namun pada dasarnya petir terjadi hanya karena adanya perbedaan diantara potensial awan serta bumi maupun dengan awan lainnya. Nah, yang menyebabkan adanya perbedaan waktu signifikan dari kemunculan kilatan petir dan sauar gemurung lantaran antara kecepatan suara (340 m/s) dan kecepatan cahaya (300.000.000 m/s). Mengapa sering terjadi pada musim penghujan? Sederhana saja, pada saat musim penghujan, udara banyak mengandung kadar air lebih tinggi. Hal ini menyebabkan daya isolasinya turun serta arus lebih mudah mengalir. Ingat dengan teori tentang “air sebagai penghantar listrik yang baik”. Lebih lanjut lagi, karena adanya awan yang bermuatan negatif serta awan bermuatan positif, maka dari itu petir juga bisa terjadi pada antar awan yang berbeda muatan.

Penangkal petir konvensional

Soal alat penangkal petir pastinya Anda akan tertuju pada alat yang diciptakan oleh seorang ilmuwan dan politikus terkenal, Benjamin Franklin. Alat penangkal petir menjadi populer, terutama digunakan untuk dipasang pada gedung-gedung tinggi seperti perkantoran, hotel maupun gedung yang menaungi perangkat vital. Pada dasarnya penangkal petir bukanlah alat yang rumit dan memiliki komponen yang komplek. Penangkal petir hanyalah merupakan rangkaian jalur yang memiliki fungsi sebagai jalan bagi kilatan petir untuk menuju ke arah permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda sekitar yang dilewatinya. Sistem penangkal petir semacam ini dianggap sebagai penangkal petir konvensional dan dikenal memiliki 3 bagian terutama, yakni batang penangkal petir, kabel konduktor serta tempat pembumian.

Untuk bagian batang penangkal petir biasanya berupa bahan tembaga yang didirikan tegak berdiri dengan ujung runcing. Ujung runcing tersebut bukan tanpa sebab dan alasan. Hal ini karena muatan listrik mempunyai sifat yang mudah berkumpul serta lepas pada ujung logam yang runcing. Selain itu ujung runcing batang mampu memperlancar proses tarik-menarik dengan muatan listrik pada awan. Batang ini sering dipasang pada bagian teratas bangunan gedung. Untuk bagian kedua adalah kabel konduktor. Masih sama yakni dengan bahan tembaga dan biasanya memiliki diameter jalinan sekitar 1 cm sampai 2 cm, tergantung kebutuhan.

Fungsi kabel konduktor tentu adalah untuk meneruskan aliran muatan listrik yang masuk ke batang muatan listrik ke tanah. Bagian ini sering terpasang dibagian luar dinding gedung. Untuk yang ketiga adalah tempat pembumian atau sering disebut dengan istilah Grounding. Fungsi Grounding adalah “mengubur” muatan listrik dari petir ke tanah. Itulah mengapa bagian Grounding sering dipasang didalam tanah dengan bahan yang terbuat dari bahan tembaga berlapis baja.

Penangkal petir Radioaktif

Penangkal petir diatas merupakan yang konvensional. Dan kali ini penangkal petir Radioaktif menjadi metode yang kurang populer dan bahkan terlarang. Kinerjanya adalah dengan menggagalkan proses ionisasi menggunakan zat beradiasi karena penelitian terbaru menyebutkan bahwa muatan listrik pada awa disebabkan oleh proses ionisasi. Bahan zat beradiasi yang mampu menggagalkan proses ini adalah Radiun 226 serta Ameresium 241. Kedua bahan ini dianggap bisa menghamburkan ion radiasinya serta menetralkan muatan listrik awan. Metode ini sudah terlarang untuk mengurangi pemakaian zat beradiasi.

Penangkal petir Electrostatic

Penangkal Petir Electrostatic tidak terlarang, namun tetap kurang populer digunakan. Prinsip kerjanya penangkal dianggap meniru sebagian dari metode dan sistem penangkal petir Radioaktif , yaitu dengan menambah muatan pada bagian ujung finial atau splitzer agar petir selalu menuju ujung komponen ini untuk disambar. Selanjutnya tetap dibutuhkan komponen kondukor dan Gounding untuk mengubur muatan listrik.

Selain ketiga jenis penangkal petir diatas, ada pula EF Lighting Protection System yang mana memiliki prinsip menyaluran arus petir dengan menggunakan terminal receiver serta kabel penghantar khusus yang mempunyai sifat isolasi tegangan tinggi.

Demikian pengenalan mengenai alat penangkal petir beserta metode kinerjanya. Semoga bermanfaat dan Anda beserta gadget Anda terlindungi dari bahaya petir yang menyambar.


https://plus.google.com/photos/102329770380930895658/albums/6098302479573042081

SMS/WA.081804800159
Call.081578478692

www.petronarwastubms.com

Jumat, 26 Desember 2014

Skema inverter DC-AC 500Watt

Cara Membuat Skema rangkaian Inverter DC Ke AC 500 Watt Dngn Transistor – Skema rangkaian inverter pada gambar  di buat dngn power inverter berbentuk 10 transistor dengan tipe 2N3055 yg berperan sbg system saklarnya. Skema rangkaian inverter tersebut bisa merubah tegangan/voltage DC 12 volt jadi tegangan/voltage AC 220 volt dngn daya output sampai 500 watt dngn frekuensi 50-60 Hz. Skema rangkaian inverter tersebut terhitung type square wave inverter, yakni inverter dngn output tegangan/voltage AC berupa gelombang persegi/kotak. Skema rangkaian power inverter tersebut baiknya dipakai untuk mensuplay lampu penerangan, lantaran bentuk output inverter berbentuk gelombang persegi. Skema rangkaian & daftar komponen untuk membuat inverter DC ke AC 500 watt tersebut bisa di lihat di gambar terlampir.

Skema rangkaian inverter ini di bangun dngn pembangkit pulsa berbentuk skema rangkaian fre running multifibrator dari transistor yg disusun dengan cara cascade dari Q1, Q2 & Q3, Q4. Pulsa gelombang persegi dari skema rangkaian multifibrator transistor itu dipakai untuk berikan driver ke skema rangkaian system saklar transistor lewat transistor driver Q6 & Q7. System saklar di inverter DC ke AC 500 watt tersebut di bangun dngn 10 buah transistor yg terbagi dalam 2 x 5 transistor sbg saklar yg bekerja dengan cara bergantian pada Q7, Q7x dngn Q8, Q8x yg aktif dengan cara bergantian.

Sbg step up converter berbentuk transformer CT 12 volt dngn output 220 volt. Transformer tersebut berperan untuk menaikan tegangan/voltage induksi dari 12 volt jadi 220 volt AC. Transistor power inverter Q7 & Q8 mesti dilengkapi dngn heatsink yg berperan untuk meredam panas yg dihasilkan. Untuk memperoleh efisiensi daya yg maksimal baiknya jumlah lampu yg disupply oleh inverter DC ke AC 500 watt tersebut seharusnya keseluruhan beban (lampu) mendekati nilai 500 watt & tdk bisa lebih dari 500 watt lantaran bakal membebani inverter.

Cukup sekian informasi yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain bisa memberikan kepada Anda informasi yang lebih bagus dan menarik, dan tentunya masih bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.  Selamat mencoba, semoga berhasil dan mohon maaf apabila ada hal yang tidak pas dengan Anda.

Skema lampu emergency 2

Skema Rangkaian yang biasa juga disebut lampu cas ini sudah dicoba dan rangkaian ini mampu beroperasi selama 8 jam tergantung dari aki yang kita pakai tapi lebih efektif jika kita menggunakan aki kering tapi harganya lumayan mahal dan menggunakan relay sebagai sakelar otomatis jadi kita tidak perlu repot-repot karena rangkaian akan secara otomatis menyala bila lampu padam dan dan bila listrik menyala maka rangkaian ini akan otomatis melakukan pengisian
Komponen yang dibutuhkan:

ALAT DAN BAHAN
• TRAFO = 5A CT /1
• TRANSISTOR =MJ2955/1
=BC 548 A/1
=BD 140/1
=L7812 CV/1
• RESISTOR =12 KΩ/1
= 10 KΩ/1
=82 KΩ/1
=1M Ω/1
=8K2 Ω/2
=3K9 Ω/1
=100 Ω/1
=4K7 Ω/1
• DIODA =MDA 2500/2
=IN4002/1
• DIODA ZENER =6V8/1
=5V6/1

Jika teman – teman ingin silakan mencoba rangkaian ini karena penulis sudah mencobanya jadi jika ada kendala silakan bertanya.

Lampu Emergensi automatis

Rangkaian lampu emergency otomatis ini menggunakan lampu neon 20 watt dengan sumber tegangan (backup) batere kering 6 volt 2 unit. Rangkaian lampu emergency ini berfungsi untuk memberikan penerangan darurat pada saat penerangan utama (lampu dengan sumber listrik PLN) padam. Rangkaian lampu emergency ini akan otomatis menyala pada saat jaringan listrik komersial (PLN) padam. Rangkaian lampu emergency otomatis ini dapat dipasang di dalam rumah pada runag yang cukup luas, karen alampu yang digunakan adalah lampu neon 20 watt. Rangkaian lampu emergency otomatis ini dibuat menggunakan inverter DC 6 volt ke AC 220 volt. Rangkaian lengkap lampu emergency otomatis dapat dilihat pada gambar terlampir

Daftar Komponen Rangkaian Lampu Emergency Otomatis

R1, R4, R6, R8 = 1K ; R2 = 10R-1W ; R3 = 820R ; R5 = 10K ; R7 = 100R
C1 = 1000uF-25V ; C2 = 10uF-16V ; C3 = 0.01uF
D1, D2, D3, D4, D7 = 1N4007 ; D5,D8 = 1N4148 ; D6 = 6.2V Zener
Q1 = SL100 ; Q2 = 2N2222 ; Q3, Q4 = IRF840
IC1 = LM308 ; IC2 = NE555
S1 = SPST Switch
B1, B2 = 6V-4A Battery
TI = 220V AC Primary to 0V-6V 250mA
T2 = 4.5V-0V-4.5V 5A Primary To 230V AC
Rangkaian lampu emergency otomatis diatas dibangun dengan beberapa bagian  utama sebagai berikut.

Bagian inverter DC 6 volt ke AC 220 volt, bagian ini berfungsi untuk mengubah sumber tegangan DC dari batere 6 volt menjadi tegangan AC 220 volt sehingga dapat digunakan untuk menyalakan lampu neon 20 watt sebagai lampu penerangan darurat. Rangkaian inverter DC 6 volt ke AC 220 volt ini dibangun dengan pembangkit gelombang IC 555 dan MOSFET IRF 840 sebagai power inverternya.

Rangkaian charger batere otomatis, bagian ini berfungsi untuk mengisi batere (accumulator kering 6 volt 2 unit) pada saat jaringan listrik komersial (PLN) ada (nyala). Dan berfungsi untuk mengalirkan sumber tegangan DC (batere 6 volt) ke rangkaian inverter DC ke AC pada saat jaringan listrik PLN padam. Rangkaian charger batere otomatis ini dapat mengisi bater hingga penuh dan akan menghentikan proses pengisian batere secara otomatis.

Rabu, 24 Desember 2014

Membuat panel ATS/AMF

Membuat Panel AMF ATS (switch genset otomatis)
ATS (Automatic Transfer switch), adalah alat yang berfungsi untuk memindahkan koneksi antara sumber tegangan listrik satu dengan sumber tegangan listrik lainnya secara automatis. Atau bisa juga disebut Automatic COS (Change Over Switch)

Sedangkan AMF (Automatic Main Failure), berfungsi untuk menyalakan mesin genset jika beban yang di layani kehilangan sumber energy listrik utama/PLN.

Dari penjelasan singkat tersebut dapat kita asumsikan fungsi utama ATS/AMF adalah menyalakan genset jika sumber listrik utama PLN mati. Dan menghubungkan daya/listrik dari genset terhadap beban secara otomatis.

Baiklah.. dalam posting kali ini saya akan membahas bagaimana membuat Panel ATS/AMF sederhana yang bisa diaplikasikan pada pemakaian sehari-hari, baik dilingkungan industri maupun rumah.

Pemahaman

Saya mengasumsikan, untuk menghidupkan genset yang digunakan hanya tinggal menekan starter, dan untuk mematikannya hanya perlu menekan tombol Off. Jika belakangan diketahui ada cara-cara menghidupkan dan mematikan dengan teknik lain, saya sarankan mengubah sistem kerjanya menjadi seperti yang telah saya sebutkan diatas tadi (Tekan Starter = nyala, Tekan tombol Off = mati). Mintalah pada teknisi penjual gensetnya untuk memodifikasi.

Ingat! panel yang saya buat ini hanya dasarnya saja, jadi mohon maklum bila saya tidak menambahkan asesoris lain seperti Voltmeter, Ampermeter, pilot Lamp, Frequensimeter, Phase Failure Relay dan sebagainya. Saya hanya menitikberatkan pengautomatisan penggunaan tombol Starter dan Off sebagai fungsi utama kerja "Change Over Switch" pada panel ATS/AMF ini

Peralatan

2 pcs Select Switch
2 pcs Kontaktor 220V 4-pole (sesuaikan dengan NFB) (M1 dan M2)
1 pcs relay 11 pin Omron MK3P-1 220V (R1) + Socket
1 pcs relay 8 pin Omron MK2P-1 220V (R1) + Socket
2 pcs TDR Omron H3CR-A8, 220V + Socket
6 pcs MCB 2A

2 pcs TDR Omron H3Y-2 24VDC + Socket
1 pcs Relay Omron MKS2PI 24VDC  + Socket
2 pcs Accu 12 Volt (Serie up 24V DC)
(Sesuaikan TDR dan Relay dengan Accu)

wire cable 1,5 mm + Scun garpu Secukupnya
Box Panel (disesuaikan)
Terminal Blok Input Output Power (disesuaikan)
Terminal Blok Input Output Control TR-10
Rel Component
Kabel Duct
Kabel Ties

Prinsip Kerja

Dalam panel ATS/AMF ini saya membaginya dalam Tiga blok yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing.

Blok 1.
Blok detector Sumber daya Utama, Rangkaian ini berfungsi untuk memberikan informasi kondisi sumber listrik utama (hidup atau mati) kepada rangkaian Blok starter engine (NC M1). Blok detector ini menghidupkan M1 apabila listrik utama hidup Sekaligus sebagai blok Stop engine (NC R2) apabila listrik utama mati. Pada terminal nomor 5 dan 6, anda harus menghubung seri pada rangkaian genset sebagai tombol OFF.

Pada blok satu ini juga terdapat Selector Switch untuk menfungsikan rangkaian ini Normal dan Automatis. Pada fungsi Normal, maka kerja Change Over Switch tidak akan berfungsi.

Blok 2.
Blok Relai detector Daya Genset, Relai detector ini berfungsi untuk menerima informasi kondisi tegangan/daya genset kepada rangkaian utama apabila listrik utama mati dengan menghidupkan (M2) setelah genset bekerja.

Blok 3.
Blok starter engine, berfungsi untuk menyalakan mesin genset. Blok ini bekerja berdasarkan masukan dari Blok detector Sumber daya Utama (NC M1) Sebagai awal kerja starter. T3 dan T4 sebagai delay starter dan R3 sebagai Kontak starter. Khusus pada rangkaian ini menggunakan komponen yang mempunyai tegangan kerja 24VDC dengan menggunakan 2 buah Accu 12VDC yang dihubung Seri. Namun apabila anda menemukan komponen yang mempunyai tegangan kerja 12VDC, anda bisa memakainya dengan hanya menggunakan 1 buah Accu saja.

Pada rangkaian ini ditambah juga Selector switch yang menginformasikan Accu (starter engine) pada kondisi standby. Pada terminal nomor 7 dan 8, anda harus menghubung paralel pada stater untuk menghidupkan genset.

Demikian saja penjelasan Cara Membuat Panel AMF ATS (switch genset otomatis) Sederhana ini.. kurang lebihnya mohon maaf.. dan

Selamat Mencoba !

Butuh info/bantu bisa hubungi

SMS/WA 081804800159

Call.081328424247

081578478692

www.petronarwastubms.com