Sabtu, 05 Maret 2016

Genset 50kvA silent Hyundai

Generator Set Hyundai 50kvA Silent.
Genset Hyundai HDG 50K Silent.
- maximum power (kva)                : 50KVA
- Frequency(Hz)                              : 50Hz
- voltage (V)                                     : 230 / 400 V
- phase                                              : 3 phase
- control panel                                 : Deep sea 6020
- Fuel capacity.                               : 200 liter
- Engine model.                               : Cummins 4BTA3.9-G2
- engine power                                : 50/55 kW
- cooling system.                            : water cooled with radiator
- Alternator type.                             : Stamford UCI1224D

IDR per 6 maret 2016  : RP.238.000.000.(loco jakarta)

Butuh info bisa email :
petronarwastu @yahoo.com

Penangkal petir electrostatis dan konvensional

PENANGKAL PETIR ELEKTROSTATIS & KONVENSIONAL

Penangkal Petir Elektrostatis
              
       Penangkal petir elektrostatis adalah satu buahmedia penangkal petir elektrostatis yang digunakanyang merupakan jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi (earthing / ground), bersama mediapenangkal petir elektrostatis ini, diinginkan petir takmerusak benda-benda yang dilewatinya. 
        
        Ada 3 bidang mutlak terhadap sarana penangkal petir elektrostatis : Batang penangkal petir elektrostatis konvensional atau batang penangkal petir elektrostatis radius (penangkal petir elektrostatis kurn, penangkal petir elektrostatis current, penangkal petir elektrostatis thomas, penangkal petir elektrostatis UFO, penangkal petir elektrostatis nimbus, penangkal petir elektrostatis EF, penangkal petir elektrostatis prevectron, penangkal petir elektrostatis helita pulsar, penangkal petir elektrostatis stormaster, penangkal petir elektrostatis gent, penangkal petir elektrostatis guardian, penangkal petir elektrostatis viking ), kabel konduktordan ruangan pembumian (earthing / grounding). 
 
Penangkal Petir Elektrostatis atau systemradius ( protech ) 
Instalasi Penangkal Petir Sistem Elektrostatis Bersifat Aktif,ada sekian banyak merek head buat penangkal petir elektrostatis,kepada dasarnya Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebahagiansistem penangkal petir Radioaktif , adalah menambah muatan terhadap ujung finial / splitzer supaya petirsenantiasa pilih ujung ini buat disambar . 

Penangkal Petir Konvensional 

           Penangkal Petir Konvensional merupakan satu buah jalur rangkaian kabel tembaga yang dipakaiyang merupakan jalan atau aliran bagi petir menuju ke permukaan bumi atau ground, maka petir takbakal merusak benda-benda yang dilewatinya.    

Perbedaan Penangkal Petir Elektrostatis & Konvensional 

Elektrostatis : 
Tak tidak sedikit membutuhkan komponenataupun kabelLokasi perlindungan lebih luas antara 60-150meterLebih murah buat ruangan perlindunganyang luasTerhadap kebanyakan cuma membutuhkan 1 arde.Cuma membutuhkan 1 terminal untuk radius tertentu.Perawatan & pemasangan terhadap bangunanyg enteng.Yakni pilihan yang cocok & takmengganggu estetika bangunan kamu.Bertindak yang merupakan pencegah interferensi piranti komunikasi kamu.Lebih aman bagi pekerja yang bakallaksanakan perawatan.Konvensional :    
Membutuhkan tidak sedikit kabelDaerah perlindungan terbatas, lokasiperlindungan cuma sebatas air terminal ygmelekat kepada bangunan.Lebih mahal apabila diterapkan buat ruanganperlindungan yang luas.Membutuhkan tidak sedikit arde.Membutuhkan tidak sedikit air terminal di atapBakal mempunyai kecenderungan mengganggu estetika bangunan rumah kamu.Wujud ujung terminal yang runcing dalam jumlah tidak sedikit dapat teramat berbahaya bagi Pegawai pemeliharaan gedung atau pekerja yang bekerja di atap.       Prinsip Kerja dari penangkal petir merupakanDisaat muatan listrik negatif di bidang bawah awantelah terpenuhi, sehingga muatan listrik positif di tanah dapat serta-merta tertarik. Muatan listrikselanjutnya langsung merambat naik lewat kabel konduktor, menuju ke ujung batang penangkal petir. 

Lebih jelas dapat hubungi 08157901224 atau 081226847647

Kamis, 25 Februari 2016

System gas medik di rumah sakit

SISTEM GAS MEDIK DI RUMAH SAKIT

Sistem gas medis merupakan instalasi untuk memenuhi kebutuhan dari gas untuk medis.  Instalasi gas medis telah dikembangkan untuk mengeliminasi kesulitan-kesulitan penggunaan gas medik secara konvensional. Dalam sistem ini, silinder gas tekanan tinggi, compressor dan pompa vacuum di sentralisasi di suatu tempat, kemudian  gas-gas dan udara tersebut dialirkan ke ruangan melalui pemipaan.

Gas medis yang digunakan di rumah sakit adalah elemen pendukung kehidupan yang berpengaruh langsung dalam mempertahankan hidup pasien. Oleh karena itu, pada bagian dimana gas medis digunakan, gas tersebut harus bersih, memiliki kemurnian tinggi dan tersedia dengan tekanan yang stabil.

Jenis jenis instalasi gas medis yang biasa dipasang untuk keperluan rumah sakit adalah :

Oxygen ( O2 )Nitrous Oxide ( N2O )Medical Compressed Air ( Breathing Air )Vacum ( Suction )

Dan untuk ruangan ruangan perawatan / inap yang digunakan ada 2 macam, yaitu Oxygen ( O2 ) dan Vacum ( Suction ) 

A. Sentral Gas Medik

Sentral gas medik di suatu rumah sakit, untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, tersebut, terutama ruanginap/ ruang perawatan dan juga ruang operasi. Karena yang dibutuhkan terdiri dari 4 jenis tersebut, maka sentral gas medik juga terdiri dari: Sentral Oksigen, sentral N2O, sentral Medical Compressed air, dan central Vacum (suction).

1. Sentral Oxygen ( O2 )

Sentral oksigen menggunakan sistem sentral tabung gas dengan kapasitas 2x jumlah tabung yang bisa dipasang  (misal 1 sisi 8 tabung ,maka dinyataan berkapasitas 2x8 tabung), dengan sistem berangkai double row (dua  sayap) dengan bekerja secara bergantian. Sayap kiri  8 tabung dan sayap kanan 8 tabung.


Sentral gas medik ini diatur oleh piranti yang dinamakan dengan Automatic Manifold Change over,  dan dilengkapi juga dengan perlengkapan lainnya, seperti: Block valve c/w valve, High Pressure Tube, Plug Headers, Manifold Barcket, Shut down valve, piping sistem dan tabung gas.




Automatic Manifold Change Over  berfungsi sebagai:

pengatur supply oksigen secara otomatis,pengatur tekanan  kerja sentral InstalasiPenunjuk tekanan kerja  tabung Gas.

Penggunaan gas medik ini kemudian di sambungkan dengan instalasi ke ruangan ruangan inap dan juga ruang tindakan. Dengan demikian fungsi dari automatic change over device disamping  menurunkan tekanan gas dari tabung ke tekanan gas yang konstan 4, 0 kg/ cm dan juga menyediakan ke jalur distribusi.Tabung-tabung gas diletakkan pada kedua sisi alat. Satu sisi adalah sisi yang digunakan sedangkan sisi lainnya sebagai sisi cadangan. Saat sisi yang digunakan hampir kosong maka lampu yang tersedia dalam manifold akan menyala. Lampu akan terus menyala sampai saklar diarahkan kesisi cadangan sehingga sisi cadangan tersebut berubah menjadi sisi yang digunakan. Apabila saklar dipindah atau diarahkan maka posisi cadangaan akan tetap dibaca sebagai posisi cadangan biarpun sisi cadangan tersebut telah berfungsi sebagai posisi yang digunakan (penyalur).

Jika arah switch tidak diganti dan sisi cadangan yang dipakai telah kosong maka sisi yang lain tidak akan menyalurkan gas secara otomatis.

2. Sentral Nitrous Oxide ( N2O )

Pada hakekatnya sentral N2O sama seperti sentral oksigen. Sistem yang berbeda  hanyalah jenis gas yang digunakan , tekanan kerja gas, type valve dan regulator. Sentral.

Sentral N2O biasanya mempunyai kapasitas yang lebih sedikit daripada sentral oksigen. Jika contoh diatas untuk sentral oksigen adalah 2x8, misal untuk sentral N2O adalah 2x3 tabung, dipasang dengan sistem berangkai double  row (dua) sayap dengan bekerja secara bergantian. Seperti halnya sentral oksigen,  sentral N2O ini diatur oleh piranti yang dinamakan dengan Automatic Manifold Change over,  dan dilengkapi juga dengan perlengkapan lainnya, seperti: Block valve c/w valve, High Pressure Tube, Plug Headers, Manifold Barcket, Shut down valve, piping sistem dan tabung gas. Yang masing masing perlengkapan itu mempunyai fungsi yang sama dengan fungsi pada sentral oksigen.


Fungsi automatic change over device adalah menurunkan tekenan gas dari tabung ke tekanan gas yang konstan 4, 0 kg/ cm² dan menyediakan ke jalur distribusi. Tabung-tabung gas diletakkan pada kedua sisi alat. Satu sisi adalah sisi yang digunakan sedangkan sisi lainnya sebagai sisi cadangan. Saat sisi yang digunakan hampir kosong, sisi cadangan mulai menyediakan dan menyalurkan gas secara otomatis sehingga menjamin tidak adanya keterlambatan penyaluran gas. Pada saat sisi yang digunakan hampir kosong maka lampu yang tersedia dalam manifold akan menyala. Lampu akan terus menyala sampai saklar diarahkan kesisi cadangan sehingga sisi cadangan tersebut berubah menjadi sisi yang digunakan. Apabila saklar dipindah atau diarahkan maka posisi cadangaan akan tetap dibaca sebagai posisi cadangan biarpun sisi cadangan tersebut telah berfungsi sebagai posisi yang digunakan (penyalur) .

Jika arah switch tidak diganti dan sisi cadangan yang dipakai telah kosong maka sisi yang lain tidak akan menyalurkan gas secara otomatis. 

Mengingat penggunaan gas N2O hanya dipakai untuk keperluan pembiusan, maka pemakaiannya hanya di ruang perawatan khusus saja dan ruang operasi.

3. Sentral Medical Compressed Air ( Breathing Air )

Sentral kompressor yang terpasang biasanya merupakan kompressor udara bebas oli (oil Free), type duplex terdiri dari 2 kompressor,  1 tangki dan berikut kelengkapannya.

Sentral kompessor ini juga dilengkapi  dengan:

After Cooler (alat pendingin) yang berfungsi sebagai pendingin udara yang keluar dari kompressor, pemisah kondensasi, mengurangi kelembaban, debu dan kadar oli yang terdapat pada udara.Tanki (reserver tank) berfungsi untuk menyimpan udara tekan dengan kapasitas kurang lebih 600 liter. Udara yang keluar dari sentral compressor ini kemudian dialirkan melalui pipa tembaga ke ruang tindakan di tiap lantai.










4. Sentral Vacum ( Suction )

Sentral suction (vacuum) yang dipasang adalah vacuum pump type rotar vane oil seal.



B. DISTRIBUSI DI GEDUNG

Gas medis dari ruang sentral didistribusikan ke ruang-ruang inap / perawatan  melalui instalasi pipa dan outlet gas medis. Pipa gas medis yang digunakan adalah jenis tembaga khusus untuk pemakaian gas medik. Sebelum melalui oulet gas medik di bed head, mainline pipa tersebut melewati zone valve dan alarm sistem yag terpasang di tiap lantai, yang dipasang di belakang ruang perawat.


Sistem gas medik yang terdiri dari 4 jens gas tersebut, disalurkan ke ruang inap dan juga ruang tindakan, ICCU  atau ruang opersi.  Untuk ruang inap, gas medik terdiri dari instalasi vakum dan oksegen, dan outletnya  yang terpasang di bedhead.. Sedang di ruang tindakan atau ruang operasi terdapat keempat sistem instalasi gas medik tersebut, yaitu: instalasi gas oksigen, N2O, vacuum dan kompressor, dan outletnya  terpasang di bedhead.

Di tiap lantai juga dipasang valve yang disebut dengan zone valve dan dipasang juga alarm valve tersebut yang berfungsi untuk menunjukan tekanan serta pada daerah tertentu serta memberikan sinyal bila tekanan gas menurun atau berlebihan pada lantai tersebut. Sehingga memudahkan tenaga teknis untuk meninjau operasional gas medis. Di samping itu  penggunaan alat ini dapat sebagai media perawatan serta pengamanan bahaya kebakaran dari gedung.





Berkenan/butuh info bisa via email:
petronarwastu@yahoo.com

Rabu, 17 Februari 2016

Rumus mencari daya atau watt

Rumus Untuk Mencari Daya (Watt)

Untuk menghitung daya listik yang terdapat dirumah anda bisa menggunakan rumus ini :

P = V x I , hasilnya menggunakan satuan VA (volt ampere).

Misalkan :

Listrik dirumah anda menggunakan arus 1 phase (220 volt) dengan MCB 10 Amp maka untuk menghitung daya listriknya menggunakan seperti dibawah ini.

P = 220 V x 10 Amp = 2200 VA.

 

Seharusnya, untuk 1 Phase : 
P = V x I x Cos Q (phi), untuk cos Q (power factor) bisa bernilai 0,8 atau 1.

P = 220 V x 10 Amp x 0,8 = 1760 watt. 
P = 220 V x 10 Amp x 1 = 2200 watt.

Jadi kalau dirumah, beban pemakaian mempunyai Cos Q (Power factor) 0.8, maka dengan berlangganan 2200 VA (Limiter 10 Amp), kita hanya bisa memakai 1760 watt saja. Sedangkan jika Cos Q (power factor) 1, maka anda bisa memakai 2200 watt.

 

Untuk 3 Phase : 
P = V x I x V3 (akar tiga) x Cos Q.

Contoh : 
1. P = 380 V x 10 Amp x 1,73 x 0,8 = 5259.2 watt. 
2. P = 380 V x 10 Amp x 1,73 x 1 = 6574 watt.

NB : 
1. Dalam perhitungan 3 phase harus selalu desertakan V3 (akar tiga). 
2. Cos Q adalah Power Factor. 
3. Satuan VA untuk daya semu sedangkan untuk watt adalah daya nyata.

Esrimasi ukuran kabel

Fasa, Arus, MCB dan Kabel Listrik

Memperhatikan judul tulisan saya kali ini pasti membuat anda bertanya, untuk apa? Hubungannya apa?. Yaa, dari tulisan ini, saya akan mencoba memberikan referensi mengenai cara menghubungkan sumber 3 fasa ke beban. Mungkin sebagian dari anda beranggapan bahwa tidak ada yang perlu dibahas panjang lebar di sini, tapi ada hal penting yang harus diperhatikan dan sebagian besar orang, terutama yang menekuni bidang kelistrikan sering menyepelekannya.

Kasusnya seperti ini:

Jika diketahui daya listrik 3 fasa sebesar 10500 watt, maka untuk menghitung berapa besar arus dari daya tersebut dapat dilakukan dengan  menggunakan persamaan sebagai berikut:

P = I . V . 1,73 (akar 3)
I = P : ( V . 1,73 )
I = 10500 : 380 . 1,732
I = 15,953 A


Sebuah kabel listrik tentunya memiliki batas kemampuan dalam menyalurkan besaran arus listrik. Batas kemampuan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya : jenis kabel, bahan konduktor, jumlah jalur kabel, suhu, frekuensi listrik,  dll. Besar suatu ukuran kabel ditentukan oleh luas penampang kabel tersebut, dan bukannya oleh diameter kabel tersebut. Secara mudahnya, dapat dilihat pada tabel berikut:

Perlu diperhatikan bahwa kemampuan hantar arus (KHA) suatu jenis kabel listrik sangat tergantung pada bahan yang digunakan dan lokasi pemasangan. Sehingga acuan utama adalah spesifikasi kabel yang dikeluarkan resmi oleh produsen.

Teori Pendukung:

q  = ( L . N ) : ( y . ev . E )

Dimana:
q  = Penampang kabel (mm2)
L  = Jarak (m0)
N  = Daya (Watt)
y   = Daya hantar jenis (
ev  = Rugi tegangan (Volt)
E  = Tegangan (Volt)

Ingin belajar /share bisa hubungi:
081578478692

Minggu, 03 Januari 2016

Electronika Daya

ELEKTRONIKA DAYA

1. Definisi

          Elektronika daya merupakan cabang ilmu elektronika yang berkaitan dengan pengolahan dan pengaturan daya listrik yang dilakukan secara elektronis (Rashid, M,2008). Elektronika daya berkaitan dengan pengolahan atau pemrosesan energi listrik, yakni mengubah daya listrik dari satu bentuk kebentuk lainnya dengan mengendalikan atau memodifikasi bentuk tegangan atauarusnya menggunakan peranti elektronik (Singh, 2008). Ruang lingkup elektronika daya meliputi: Elektronika, Teori rangkaian listrik, Sistem kontrol, Elektromagnetika, Mesin – mesin listrik, Sistem tenaga listrik, Komponen semikonduktor dan komputer (Acha, E, 2002).

           Sistem elektronika merupakan dasar utama pada aplikasi elektronika daya. Sistem elektronika akan membahas tentang peralatan elektronika yang terdiri dari semikonduktor dan komponen lainnya dalam suatu rangkaian elektronika. Untuk mempelejari elektronika daya diperlukan pemahaman terhadap materi rangkaian elektronika baik analog maupun digital.

          Sistem Tenaga Listrik, objek utama dalam apliksasi elektronika daya dimana peralatan dan sistem yang memiliki daya (tegangan dan arus) listrik yang cukup besar. Oleh karena itu untuk lebih memahami elektronika daya diperlukan pemahaman yang baik terhadap sistem tenagalistrik.

          Sistem Kontrol, aplikasi elektronika daya pada umumnya untuk melakukan pengontrolan aplikasi di industri. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik terhadap teknik dan sistem kontrol berbagai peralatan yang digunakan di industri. Contoh pengaturan yang paling sering ditemui adalah pengaturan kecepatan putar motor listrik, pengaturan torsi motor listrik, pengaturan kecepatan aliran (flow) minyak, gas, pengaturan temperature, pengaturan tekanan, pengaturan kecepatan conveyor, pengaturan gerakan peralatan di industri dan pengaturan-pengaturan parameter lainnya.

          Sistem komputer aplikasi industri sekarang ini kebanyakan sudah terintegrasi dengan sistem komputer. Untuk melakukan pengaturan berbagai peralatan di industri dilakukan secara remote dan hasilnya dapat dimonitor dengan tampilan yang terintegrasi dengan database yang dioleh dalam komputer.

2. Konversi Daya

Ada empat tipe konversi daya atau ada empat jenis pemanfatan energi yang berbeda-beda, yaitu penyearah, DC chopper, inverter, dan AC-AC konverter.

1.  Penyearah: berfungsi menyearahkan listrik arus bolak-balik menjadi listrik arus searah.

2.  DC Choper: dikenal juga dengan istilah DC-DC konverter. Listrik arus searah diubah dalam menjadi arus searah dengan besaran yang berbeda.

3.  Inverter: yaitu mengubah listrik arus searah menjadi listrik arus bolakbalik pada tegangan dan frekuensi yang dapat diatur.

4.  AC-AC Konverter: yaitu mengubah energi listrik arus bolak-balik dengan tegangan dan frekuensi tertentu menjadi arus bolak-balik dengan tegangan dan frekuensi yang lain. Ada dua jenis konverter AC, yaitu pengatur tegangan AC (tegangan berubah,frekuensi konstan) dancycloconverter (tegangan dan frekuensi dapat diatur).

3. Komponen Elektronika Daya

a. Dioda

b. Transistor

c. Thyristor

d. IGBT ( Insulated Gate Bipolar Transistor)

4. Aplikasi Elektronika Daya

Aplikasi dari elektronika daya misalnya sebagai pengendali tegangan AC, pengendalian dimer,dan aplikasi IGBT untuk inverter .

1.  Pengendali Tegangan AC

Teknik pengontrolan fasa memberikan kemudahan dalam sistem pengendalian AC. Pengendali tegangan saluran AC digunakan untuk mengubah-ubah harga rms tegangan AC yang dicatukan ke beban dengan menggunakan Thyristor sebagai sakelar. Penggunaan alat ini antara lain, meliputi:

– Kontrol penerangan 290

– Kontrol alat-alat pemanas

– Kontrol kecepatan motor induksi

2.  Pengendalian Dimer

Pengendalian yang bisa dilakukan dengan menggunakan metoda ini hanya terbatas pada beban fasa satu saja. Untuk beban yang lebih besar,metode pengendalian, kemudian dikembangkan lagi menggunakan sistem fasa tiga, baik yang setengah gelombang maupun gelombang penuh (rangkaian jembatan).

3.  Aplikasi IGBT untuk Konverter

Rangkaian Cycloconverter di mana tegangan AC 3 phasa disearahkan menjadi tegangan DC oleh enam buah Diode. Selanjutnya sembilan buah IGBT membentuk konfigurasi yang akan menghasilkan tegangan AC 3 phasa dengan tegangan dan frekuensi yang dapat diatur, dengan mengatur waktu ON oleh generator PWM. Rangkaian VVVF ini dipakai pada KRL merk HOLEC di Jabotabek.

Semoga bermanfaat

Variabel speed drive

Motor induksi merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan di Industri untuk keperluan penggerak berbagai proses yang ada di industri diantaranya adalah : Pompa, Kompresor, Fun, Blower, Konveyor, dan penggerak proses produksi lainnya.Halini disebabkan karena motor induksi memiliki banyak keunggulan dibanding motor sinkron atau motor DC yaitu konstruksi sederhana, tahan lama, perawatan mudah dan efisiensinya tinggi. Dibalik keunggulannya terdapat juga kelemahan yaitu dalam hal pengaturan kecepatan dan torsi awal yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini dapat digunakan Sistem kontrol dengan mengatur Tegangan input dan Frekuensinya untuk mendapatkan pengaturan kecepatan dan torsi sesuai dengan kebutuhan proses produksi di Industri. Tutorial ini akan membahas sedikit topik tentang pengaturan kecepatan dan motor induksi dengan Inverter (Variable Frequensi Drive)…

Parameter yang dibutuhkan dari motor induksi adalah pengaturan kecepatan dan torsi motor. Untuk itu dibutuhkan pengaturan yang fleksibel dengan cara mengubah frekuensi inputannya dari 50 Hz (Standar PLN) menjadi frekuensi yang diinginkan agar motor dapat berputar pada kecepatan yang diinginkan.

Sumber Listrik dari PLN ataupun pembangkit sendiri mempunyai frekuensi yang konstan,  dengan standar 50 Hz. Nah bagaimana cara merubah frekuensi 50 Hz menjadi lebih kecil atau lebih besar?. Salah satu langkah yang bisa ditempuh yaitu dengan mengubah sumber AC menjadi DC dahulu. Untuk itu dibutuhkan Rangkaian Rectifier (Penyearah) atau Converter (Penyearah Terkendali). Pada umumnya digunakan konverter (penyearah terkendali) untuk mendapatkan Sumber DC dari listrik AC. (Untuk materi lengkap Penyearah Terkendali dapat melihat meteri Elektronika Daya).

Setelah listrik AC diubah jadi sumber DC maka perlu dilakukan perataan bentuk gelombang DC yang masih mengandung ripple (riak) AC. Caranya dengan menambahkan DC Link atau semacam regulator. Hal ini berfungsi untuk meratakan bentuk gelombang DC agar berbentuk lurus dan stabil tidak terjadi naik turun (riak).

Setelah didapatkan listrik DC yang murni, langkah berikutnya adalah mengubah Listrik DC menjadi listrik AC dengan rangkaian inverter. Inverter sebenarnya berisi rangkaian fip flop yang melakukan pensaklaran secara bergantian terhadap listrik DC sehingga menghasilkan listrik AC. Bentuk gelombang yang dihasilkan dengan rangkaian inverter bisa gelombang kotak atau gelombang sinus. Untuk menghasilkan Listrik AC dari Output rangkaian inverter dengan gelombang sinus diperlukan rangkaian PWM (Pulse Width Modulator). Rangkaian ini yang akan mencacah listrik DC menjadi listrik AC dengan bentuk gelombang mendekati sinus.

Kenapa harus gelombang sinus? Listrik AC dengan gelombang non sinus sebenarnya bisa digunakan untuk sumber peralatan listrik seperti lampu, pemanas dan peralatan lainnya. Tetapi untuk motor listrik, gelombang AC non sinus akan mempengaruhi kualitas dayanya dan berefek pada panas yang ditimbulkan sehingga menyebabkan peralatan cepat panas dan rusak.

Dengan menggunakan inverter, maka akan banyak diperoleh keuntungan secara teknis bila dibandingkan dengan cara lain. Beberapa keuntungan tersebut antara lain: mempunyai jangkauan kecepatan yang lebih lebar, mempunyai beberapa pola untuk hubungan tegangan dan frekuensi, mempunyai fasilitas penunjukan meter, mempunyai lereng akselerasi dan deselerasi yang dapat diatur secara independen, kompak, serta sistem lebih aman.

Di pasaran terdapat banyak produk Inverter (VSD atau VFD) diantaranta adalah

ToshibaAltivarHitachiLGOmronYaskawaSiemenMitsubishiFujiABBDll